Seluruhnya desa; cocok dibaca sebagai ruang produksi, pesisir, dan ekonomi berbasis komunitas.
71 koperasi, bergerak dari desa ke garis pantai.
KOPDES Pariaman dirancang sebagai atlas ekonomi lokal—menghubungkan 55 desa, 16 kelurahan, tata kelola koperasi, Balai Kuraitaji, UMKM, pasar, dan karakter kota pesisir.
Struktur wilayah yang langsung terasa di desain usaha.
Kota Pariaman memiliki 71 desa/kelurahan: Pariaman Utara 17 desa, Pariaman Tengah 6 desa + 16 kelurahan, Pariaman Selatan 16 desa, dan Pariaman Timur 16 desa. Karena struktur tiap kecamatan berbeda, model koperasinya tidak perlu seragam.
6 desa + 16 kelurahan; pusat kota mempertemukan pasar, jasa, wisata, dan mobilitas.
Seluruhnya desa; Balai Kuraitaji berada di koridor ini dan menjadi contoh tata kelola RAT.
Seluruhnya desa; karakter usaha dapat mengikuti potensi lokal masing-masing nagari/desa.

Balai Kuraitaji menunjukkan bahwa cepat saja tidak cukup—harus tertib.
Pada Agustus 2026, Kota Pariaman meraih penghargaan kategori KDMP dengan RAT tercepat tingkat kabupaten/kota di Sumatera Barat. Penghargaan diterima KDMP Desa Balai Kuraitaji.
Tiga cerita, tiga tahap perkembangan koperasi.
Bukan tiga kartu yang seragam. Berita disusun seperti log perjalanan: pembentukan jaringan, penguatan SDM, lalu tata kelola RAT.
Pariaman raih KDMP RAT tercepat tingkat Sumbar
Penghargaan diterima KDMP Desa Balai Kuraitaji dan menjadi penanda penguatan akuntabilitas koperasi.
Ketua dan pengawas KDKMP diperkuat kompetensinya
Pemko menggelar pelatihan untuk seluruh ketua dan pengawas, dengan fokus regulasi serta manajemen keuangan.
71 Koperasi Merah Putih diluncurkan di tingkat kota
Pemko menyatakan 71 koperasi telah menjadi bagian dari total 166 koperasi di Kota Pariaman pada 2025.
Pantai, pasar, dan mobilitas.
Visual menggunakan foto asli Pariaman dari Wikimedia Commons—bukan gambar generatif dan bukan icon pengganti foto.



